" Sahabatku "

Posted by Nina Rizka Amalia Jumat, 25 Mei 2012 1 komentar

"Persahabatan bagai kepompong,,

mengubah ulat menjadi kupu - kupu

persahabatan bagai kepompong,,
hal yang tak mudah berubah jadi indah"



(ika and me)
KARTIKA SARI,, aku tak pernah membayangkan kalau nama itu akan ikut mewarnai hidupku...Ketika nama itu muncul dalam pikiranku, aku tertawa kecil. Tawa yang tak terdengar oleh orang orang di sekitarku.. ^^

Aku 'menyukainya'  sebagai sahabatku.. Aku mengenalnya ketika kami masih menjadi mahasiswi baru, mahasiswi  semester 1. Kami berada dalam satu kelompok mentoring yang sama, yg diadakan di salah satu LDF d kampus kami. Awalny aku melihatny sebagai sosok yg pendiam, dan terkesan serius.. Menurutku kami tak kan cocok sebagai sahabat, karena aku juga seorang yang pendiam. Setiap hari jumat selesai mentoring d kmpusku aku selalu di antarnya pulang ke rumah. Sepanjang perjalanan kami tak banyak berbicara. Kami memilih diam dengan apa yang ada di pikiran masing masing. Aku dan kartika sekelas, tapi tidak di semua mata kuliah. karena ika memiliki nomor stambuk di tengah '48' , yang membuat dya tidak menetap pada satu kelas. Berbeda denganku yg mempunyai nmor stmbuk '81' yg sudah jelas akan berada di kelas terakhir, yaitu Ak2.

Aku lupa sejak kapan kedekatan kami dimulai,mungkin sekitar semester 2an.. Semakin lama mengenalnya,, ternyata Ika orang yang asyik.. Di balik sikap pendiamnya,, ika mempunyai selera humor yang bagus.. Tidak jarang aku tertawa dibuatnya, baik bertemu langsung dengannya,, maupun hanya sekedar smsan, atau melakukan obrolan di fesbuk.. Banyak hal yang membuat kami tertawa,,. Kami mempunyai banyak bahan untuk dijadikan bahan lucu lucuan..  Bukan menertawakan orang lain,, tetapii kami biasa saling ‘merayu’ .. hehe. Yg jelas rayuannya bukan dari HATI.. Kalau dari Hati,, urusannya bisa gawat. Nanti disangkanya ko’ jeruk minum jeruk.

Aku menyebut ika sebagai obat galauku.. karena ika tau bagaimana membuat hati yang galau ini kembali tertawa.. haha
Ika tau kapan aku mulai galau,, karena ketika aku galau itu terlihat dari isi sms yang kukirimkan ke padanya.. Aku masih menyimpan balasan smsnya untukqu,,yang isinya “tunggu nina e, lagi cari hidayah saya, supaya kau tak galau... saya ini saja yg sudah dilanda tsunami, angin topan, kabut siang malam, banjir, gempa bumi, angin ribut, dsb nda galau..masa kau galau,hehehe”

Masih banyak lagi sms sms dari ika yang membuatku tersenyum hingga tertawa sendiri.. Menurutku ika jauh lebih lucu dibanding acara komedi komedi yang sering di tayangkan di stasiun televisi.. Aku pernah mengatakan ini kepadanya,, dan dia tertawa.. Dia lalu mengatakan “ Kau juga lucu nina,, nnti kita sama sama aja jadi komedian.. sule dan azis gagap lewatt sama kita,, hehe" 

Kami selalu bersama sama pergi ke kampus.. Yang pastinya Ika lah yang memboncengku,, karena sampai sekarang aku belum bisa mengendarai kendaraan beroda 2 itu,.. Sempat belajar sihh,, tapi hanya 3 hari akupun berhenti.. Kata Papa aku susah diajarin,, karena badanku susah untuk seimbang.. Ya maklumlah pa ‘anak papa lagi dalam masa pertumbuhan..hehe


Tidak jarang dalam perjalanan ke kampus baik pergi maupun pulang, , si Smash, yang tak lain merupakan motor ika mendadak sakit.. Sakit yang sering dideritanya yaitu “BOCOR BAN”.. Karena keterlambatan yang disebabkan ‘sakit’ yang diderita Smash,, hampir Tiga X ika tidak diperbolehkan masuk pada mata kuliah yang sama,, 

Pernah suatu waktu tepatnya hari senin, aku tak bersama ika pergi ke kampus,,. Aku memilih untuk diantar papa, karena sudah lama aku tidak diantar papa ke kampus, dan aku merindukan hal itu. ketika aku sampai di kampus, aku belum melihat smash terparkir di parkiran kampus. Dipikiranku ‘ ika pasti belum datang ‘..

Sampai dosennya datang, ika belum juga terlihat.. Aku pun mengirim sms kepadanya “ika di mana? Pak dosenmu sudah masuk”.. Hpku pun berbunyi,, terlihat sms masuk,, yaitu CM.. Ternyata ika lagi tak punya pulsa..hehe
Akupun lalu menghubunginya,, ternyata si smash sakit lagi,, dan ika sementara mengobati smash di bengkel bawah dekat kampus. 

15 menit kemudian ika pun datang.. Dengan wajah yang tak secerah pagi di hari itu.. Ika pun langsung menghampiriku :

Ika   : Ninaa ninaa jengkel saya,, bocor lagi motorku… L
Aku : kenapa bisa bocor ka??
Ika  : Tidak tau juga kenapa,.. Padahal tadi, pagi pagi sebelum antar adeku ke sekolah,, saya sudah tambal bannya yang bocor,.. Ehh pas di STQ bocor lagi banku.. Sakit hatii saya macam mau menangis,. Tidak masuk lagi mata kuliah akuntansi madya, padahal minggu lalu saya sudah tidak masuk lantaran kena swipping. #dengan nada bicara yang hampir menangis.

Ingatanku kembali ke minggu lalu,, tepatnya senin lalu kami terjaring swipping kendaraan roda 2 di depan kantor polisi menuju ke kampus.. kantor polisi itu memang sering mengadakan swipping dadakan,alhasil kami menjadi korbannya.. Aku dan ika menganggap hari senin sebagai hari keramat untuk kami berdua. 

Aku : Ikaaa jangan nangis,, jadi ikut sedihh,,.. (air mataku pun ikut berlinang linang.. hehe)
Ika   : ninaa knpa kau ikut nangis?? Jangan nangis nina,, tambah sedihh sy…
Aku : bagaimana kau nangis ko,, jadinya sedihh juga..
Ika   : ehh nina ini cengeng… -_-
Aku : ehh masihh sempat juga melucu .. Sudahh ika jangan nangis,, diliat liat orang kita 2.. Nnti dikira kita 2 habis putus cinta.
Ika   : Makanya kau jangan ikut” nangis,, sy malah tambah sedih liat mukamu.
Aku : (haa) ehh kalau mau diriku berhenti nangis,, kau juga berhenti ka,.. Sama sama kita berhenti ee,.

Kemudian ke 2 teman kami pun mendatangi kami,, mereka terlihat heran melihat kami berdua… “Eii kalian ber 2 kenapa? Menangis tapi tertawa juga??anehh!!

“Ika bocor lagi ban motornya,, sedihh dya,, makanya dya nangis.. jdinya ikut nangis juga,.. Ehh  dya larang ikut nangis.. karena tambah sedih dya,, nda tahan liat mukaku..”

“hahaha lucuu kamu 2 ini.. “ kata ke 2 temanku sambil geleng geleng kepala

Selasa barusann, lagi lagi si smash sakit,, seperti biasa ‘bannya bocor’.. Itu terjadi sekitar jam 12an siang, waktunya back to home.. Karena tidak ingin melewati tempat yang ramai kami memilih berputar melewati tempat yang sepi,, kasyan  si smash harus dipaksa berjalan jauh dengan membawa kami di atasnya.. Tapii,, kalau kami yang berjalan,, jauhnya minta ampun.. Untuk ke depan gerbang saja bisa membutuhkan 15-20 menit,, ditambah dengan mendorong motor. Apalagi harus ke bawah mencarii tempat untuk menambal ban.. Totalnya bisa 30 menit atau setengah jam an.

Akhirnya kami sampai juga di tempat itu,, kata bapak yang memeriksa smash,, si smash harus ganti ban dalam.. Soalnya bocornya sudah banyak de., Harga ban dalamnya sekitar 35 ribu,.. 
Kami pun saling berpandangan.. 

Ika : Nin, saya hanya bawa uang 10 ribu.. itupun 5 ribunya mau beli bensin,.. soalnya tenggorokan si   smash udah hampir kering.. Uangmu?
Aku : Ada uangku ka,, 25 ribu.. Tapi belum cukup kalauu mau bayarkan ban.. Mesti cari 5 ribu lagi..
Ika  : Haii otoke (bagaimana)? *pasang muka bingung
Aku : Tunggu ika ee,,.. *mulaii melancarkan aksii,, membongkar bongkar isi dompet.. Lumayan ada uang uang recehan,. 

Pokognya semua uang recehan yang ada didompet sama di tasku dikumpulin jadi satu.. Untung waktu itu hanya kami yang menambal ban di situ,, kalau sampa ada orang lain waduhh ketahuan kalau kami ga ada uang.. hehe

Aku  : Ika inii, sudah semuanya yang saya punya. Tidak ada yang tersisa biar satu pun..#sambil memasukkan kembali barang barang ke dalam tasku

Ika : Nin banyak juga uang recehanmu #sambil bengong ngeliatin uang uang yang ada di tangannya.
Aku : Hahaha,, hitung sudah ka,.. jangan dulu kau terharu melihat uang uangku :D
Ika : Hahaha… Okk sy hitung dulu,. Nin jumlahnya semua 4200,, kurang 800 lagi.
Aku : Aiii mau dicari di mana lagi ka,,. Sudah semuanya kuserahkan padamu.

Masih sibuk memikirkan ke mana lagi akan mencari tambahan uang, si bapak malah udah selesai menambal ban.. “De sudah selesai”.. Aduhh si bapak Cepat amat ,, Kita masih mikirin nyari tambahn uang.

Ika berkata : “pakai uang utk beli bensin ini aja na,, insya Allah masih bisa kita sampai rumah.. Daripada gadai KTP atau KTM buat nambahin sisa uang yang 800 mending pakai uang ini aja”
Aku : Ya sudahh,, bismillah aja ka semoga bisa sampai rumah..

Akhirnya dengan menggunakan uang beli bensin tadi, aku sampai di rumah..
Aku : Ika masih bisa sampai di rumahmu bensin motormu? Kalau tidak nanti diriku mintakan uang sama my mom.
Ika   : Masih cukup ini na,, saya mau ke warungnya maceku dulu..
Aku : Betulan masih cukup??
Ika  :  Iyya na masih cukup.. Ehh uang recehanmuu,, #sambil membuka tas
Aku : ehh nda usah ka,,. Ambil saja,, anggap itu kenang kenangan dari diriku.. hehe
Ika  : Haha nina ini bisa ajja 
Aku : haha,, simpan baik baik itu ka,, jangan kasihkan orang.. biar itu ademu , :D
Ika  : haha okk na,, saya akan simpan baik baik..

Sebenarnya masihh banyak yang ingin aku ceritakan tentang sahabatku "Kartika".. Senang rasanya bisa memiliki sahabat sepertinya.. Dya tidak hanya sebagai sahabat di saat tertawa, tapi juga ada di saat kami membutuhkannya.. Apalagi di saat galau melanda,, hehe

Semoga tidak akan ada masalah dengan persahabatan kami,, dan kami bisa lulus kuliah bersama sama,, tepat pada waktunya. Aminn ya rabb

Aku berharap persahabatan kita tetap terjaga sampai nantinya, di saat kita memiliki kehidupan masing masing... Dan kita bisa mengenang saat saat kebersamaan kita,, di saat kuliah terutama pada saat Si smash 'sakit'..  hehehe

Kalauu saja ika membaca tulisan inii pasti dia akan tertawa,.. hehe "I love U chingu" J




" Aku ingin mereka tau, betapa bahagianya aku mempunyai sahabat sepertinya"













TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: " Sahabatku "
Ditulis oleh Nina Rizka Amalia
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://ninarizka.blogspot.com/2012/05/sahabatku.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

1 komentar:

pangeran adipati mengatakan...

so sweet banget..
salam kenal :-D

Posting Komentar

Template by Cara Membuat Email | Copyright of 'Dunia Kecilku'.