Awal KKN-ku

Posted by Nina Rizka Amalia Kamis, 26 September 2013 21 komentar
Lanjutan ...

Mulai sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang akan dibawa untuk menjalani hidup di kampung orang :D. Sibuk  nyiapin ini, itu, melihat daftar list barang-barang yang akan dibawa dan mencentang list barang yang sudah ada *Pokognya hari itu judulnya ribet

Malam terakhir di rumah, saya puas-puasin diri tidur di kasur sama mama :D *dua bulan dua bulan. 

Besoknya, tanggal 04 Juli 2013 pukul 21:00 merupakan jadwal keberangkatan Ampana (Kota, Tojo (sebagian), dan Tt).Kami berangkat menggunakan Bus. Keberangkatan menuju lokasi KKN tidak dilakukan serempak. Untuk daerah Luwuk sudah berangkat lebih dulu (jam 11 siang), pantai barat pada tanggal 6, sementara untuk lokasi yang lain saya tidak tau menau *nyengir

Banyak teman-teman (yang mendapatkan lokasi kkn di kampus) datang ke gedung rektorat (tempat di mana kami mulai start untuk pergi) untuk bertemu kami, mengucapkan salam perpisahan dan pelukan pepisahan.

Terdapat 5-6 bus yang akan mengantarkan mahasiswa KKN tujuan Ampana. Saya pun duduk manis dalam bus, di samping kartika. Keluarga saya (mama, papa, kk, tante, spupu) dan teman-teman saya berdiri di  samping bus ingin melihat kepergian kami. Suasana mulai terasa lain saat bus mulai dihidupkan dan dijalankan sepertinya ada yang panas akan keluar dari mata saya *saya menangis pemirsaaaa,  wajar kan? ahaha

Akhirnya tiba juga di Ampana Tete (pukul 13:00 05 Juli 2013) . Kami diturunkan di Kantor Camat Ampana Tete dan langsung disambut oleh kepala desa masing-masing *Di sinilah perpisahan saya dengan kartika.

Turun dari bus saya pun langsung bergabung dengan teman posko saya, Ketua RT 1 desa Tete A menjemput kami dan mengantarkan kami di Kantor desa Tete A (sebelum dibawa ke posko). Perkenalan sama aparat desa, memaksakan diri untuk tersenyum dan berbicara dengan mereka *padahal keadaan badan masih sangat capek, saya butuh mandi dan istirahat 

15 menitan di Kantor Desa, kami pun diantarkan ke posko kami. Posko kami merupakan rumah warga, rumahnya bagus, lumayan luas, dengan lantai tehel. Dua tempat yang saya pikirkan saat tiba di posko yaitu, kamar tidur sama kamar mandi. *Dua tempat itu yang benar-benar saya butuhkan saat itu,.

posko tete a
(Poskoku)


Karena melihat wajah-wajah kami yang sudah lesu dan kusam, akhirnya kami (para wanita) diantarkan ke kamar tidur *Horeee

Dimulailah kehidupan saya di tempat baru, lingkungan baru dengan orang-orang baru. Saya memulai hidup baru (untuk 2 bulan ke depan). Rumah yang menjadi posko kami dihuni oleh 7 orang yang terdiri dari bapak, ibu, ke 3 anaknya dan 2 keponakan. Ditambah kami 6 orang, jadi jumlah seluruhnya 13 orang. *Banyaknyo :O

Selama seminggu pertama yang kami lakukan adalah observasi, di mana observasi bertujuan untuk menemukan masalah-masalah yang ada di desa tersebut. Selama Observasi kami berjalan-jalan ke rumah warga dan ke sekolah-sekolah yang ada di sana. Berhubung desa Tete A berada di Kecamatan Ampana Tete sendiri dan jaraknya tidak begitu jauh dari perkotaan, maka masyarakatnya tergolong sudah modern.

Akhirnya selama seminggu observasi, kami menyusun program kerja yang nantinya akan kami jalankan/realisasikan di desa tersebut selama 2 bulan ke depan, yang terdiri dari bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan hidup, sosial budaya dan agama, teknologi tepat guna, dan olahraga.

Dari ke-7 bidang tersebut, terbentuklah 16 program kerja (weuh banyak). Tetapi 16 program kerja tersebut belumlah fix, karena kami harus mengadakan Lokdes (lokakarya desa) yang akan dihadiri oleh masyarakat desa tersebut. Tujuan lokdes yaitu untuk menyampaikan dan meminta saran serta persetujuan masyarakat atas program-program kerja yang telah kami susun. Saat lokdes, program kerja kami ada yang dirubah dan juga ditambahkan. 


(Lokakarya Desa)


Hasil Lokdes (09 Juli 2013) menyimpulkan, kami memiliki 21 program kerja untuk direalisasikan di desa tersebut. Haa 21? hampir gila pas dengarnya -__- *Ini namanya PR berat (sangat berat). 

Di saat posko-posko lain hanya memiliki program kerja yang berjumlah belasan saja, kami harus menyelesaikan 20 program kerja, mana di desa orang lagi *Tolong kami Tuhan (pasang ekspresi sedih)

#Bersambung (lagi) ...



Baca Selengkapnya ....

PRA KKN (KULIAH KERJA NYATA)

Posted by Nina Rizka Amalia Selasa, 24 September 2013 8 komentar
 Assalamualaikum Wr.wb


          1,2,3,4,5. Lima bulan sudah blog ini nganggur, ga ada tulisan baru dan ga ada aktivitas apa-apa, *sungguh Pemilik yang tidak bertanggung jawab -__-.

5 bulan kemarin saya ke mana? Mei – Juni sibuk sama urusan kampus ; kerja tugas kuliah, uts, uas. Juli – September saya mengikuti Kuliah Kerja Nyata atau yang disingkat dengan KKN. KKN merupakan salah satu program yang wajib diambil oleh mahasiswa tingkat atas (sebut saja tua), yang memiliki bobot 4 sks sebagai syarat untuk bisa wisudha. Jadi ga akan ada yang namanya wisudha kalo ga ikut KKN * jangan lupa PROPOSAL sama SKRIPSI juga syarat penting buat bisa wisudha

KKN untuk bulan Juli – September diikuti oleh 1.800 lebih mahasiswa/i yang berasal dari hampir semua fakultas dan jurusan yang ada di Kampus saya *Jumlah yang sangat banyak. Kebanyakan merupakan mahasiswa/i angkatan 2010. KKN yang saya ikuti merupakan KKN angkatan ke - 67.


Untuk Akuntansi sendiri, hampir seluruh mahasiswanya turun KKN. Hanya kurang dari 10 (kalau saya tidak salah hitung) mahasiswa yang belum memprogram KKN, dikarenakan masih ada mata kuliah, terlibat dalam organisasi kampus, dan belum mau karena masih asyik dengan suasana kampus.

KKN tidak seperti mata kuliah, yang menerima pelajaran dalam kelas dan hanya ada interaksi antara mahasiswa dan dosen ataupun mahasiswa dengan mahasiswa. KKN merupakan proses pembelajaran mahasiswa di masyarakat dan bagaimana mahasiswa mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari (kampus) dalam lingkungan masyarakatdi mana ditempatkan (lokasi KKN).

Setelah pembekalan selama 4 hari, selanjutnya pengumuman penentuan penempatan lokasi KKN. Untuk lokasi KKN sendiri, ada yang di sekitaran kampus (tersebar di hampir semua fakultas), di kampus nonreg, Sigi, Pantai Barat, Ampana, dan Luwuk. Ampana dan Luwuk merupakan 2 lokasi yang paling jauh dari semua lokasi KKN. Pengumuman penempatan lokasi tidak diumumkan secara verbal, melainkan di beberapa lembar kertas yang ditempelkan di pintu dan jendela-jendela gedung auditorium. Jadilah pada hari pengumuman penempatan lokasi pada jam setengah 6 sore, banyak sekali mahasiswa yang berdatangan di gedung auditorium. 

Desak-desakkan depan pintu dan jendela demi melihat di mana mereka di tempatkan (termasuk saya).  Selama berdesak-desakan, jadi susah napas, keringatan, dan hal-hal tidak enak lainnya *Sistem pengumuman yang salah. Usulan saya untuk KKN berikutnya, sebaiknya penempatan lokasi kkn di umumkan lewat website kampus saja. Jadinya enak, ga ada yang namanya desak-desakan. Karena bisa melihat pengumuman d rumah dan P2wkkn juga bisa hemat kertas *fasilitas internet d kampus bisa dimanfaatkan, jangan cuma dipake buat fesbuk sma twitteran

Saya dan sahabat saya kartika mulai mencari nama kami di jendela satu ke jendela lainnya, pintu satu ke pintu lainnya *ini yang namanya berdesakkan secara berpindah-pindah. Di jendela pertama yang kami datangi yaitu lokasi sigi, untuk nama ‘Nina Rizka Amalia dan Kartika Sari’ tidak ada, itu artinya lokasi kami bukan di sigi. Kami ke jendela berikutnya, yaitu pantai barat, sama di situ juga tidak ada. Habis itu kami pindah lagi ke salah satu pintu yang ada pengumuman penempatan yaitu dengan lokasi kampus, di situ juga tidak ada dan Luwuk juga tidak. Jadi hanya tersisa satu lokasi lagi yaitu Ampana.

Karena banyaknya mahasiswa yang berpostur tinggi berdiri di depan pintu kertas pengumuman yang bertuliskan Ampana, jadinya kami tidak bisa melihat nama kami. *Sudah tinggi berdirinya depan pintu lagi, kasiannya yang kecil-kecil seperti saya ini.

Dengan bantuan teman kami yang mengikhlaskan dirinya buat berdesak-desakan di depan pintu lokasi Ampana (makasih sandy ^^), kami akhirnya tau di mana kami di tempatkan. Saya dan kartika sama-sama di tempatkan di Ampana (hore), dengan kecamatan yang juga sama (hore), tetapi desa berbeda (yahh). Kami di tempatkan di Ampana Kecamatan Ampana Tete, Kartika di desa Pusungi dan saya di desa Tete A.

Desa kami bertetangga, sehingga kami masih bisa bertemu. Di Ampana Tete terdapat 16 desa, tetapi hanya 12 desa saja yang dijadikan lokasi KKN. Banyak juga teman-teman kelas saya selain kartika yang mendapatkan lokasi di Ampana Tete. Sementara sahabat saya yang satunya lagi ‘Dea’ ditempatkan di Ampana Kota. Pukul 8 malam kami masih berada di kampus, karena masih penasaran dengan nama-nama yang akan menjadi teman kami di lokasi KKN nantinya. Alhamdulillah depan pintu lokasi Ampana sudah tidak terlalu banyak orang, setidaknya yang posturnya tinggi sudah tidak ada. Jadinya saya sama kartika bisa melihat kertas pengumuman tersebut. Satu lokasi terdiri dari 5-7 mahasiswa. Untuk lokasi saya terdapat 7 mahasiswa (termasuk saya). Saat melihat nama-nama dan jurusan mereka, hampir semuanya tidak saya kenal. Kecuali satu orang, anak ekonomi juga jurusan manajemen. Sementara yang lainnya dari tehnik arsitek, peternakan, agribisnis, dan fisip antropologi. Dalam pikiran saya pada saat itu, bagaimana sifat-sifat dari teman lokasi saya, orang-orang yang akan ‘hidup’ dengan saya selama 2 bulan ke depan. Apa kami bisa berteman, apakah suasananya akan nyaman dan enak? Pertanyaan-pertanyaan itu berputar-putar di kepala saya *Untungnya tidak pusing, ahaha

Selama hampir 3 tahun saya SELALU bersama teman-teman di akuntansi (terutama kartika), dan kami harus berpisah untuk waktu 2 bulan. Bukan hanya itu, saya juga harus berpisah dengan keluarga saya, tidak bisa bertemu mereka untuk 2 bulan ke depan karena jarak Palu-Ampana yang lumayan jauh. Huaaa Saya yang sebelumnya tidak pernah pergi jauh-jauh sendirian, mau tak mau tetap harus ikut KKN (demi masa depan). *Berasa mau nangis waktu itu. Ckckck

#BERSAMBUNG....

Baca Selengkapnya ....
Template by Cara Membuat Email | Copyright of 'Dunia Kecilku'.