Nikmat Allah mana lagi yang bisa ku dustakan? Part II

Posted by Nina Rizka Amalia Minggu, 03 September 2017 0 komentar
Assalamualaikum Wr, wb


Melanjutkan postingan sebelumnya (postingan 2 tahun lalu). Singkat cerita saya diterima sebagai finance sekaligus admin untuk penempatan Tolitoli.



Tak terkira bagaimana bahagianya saya saat itu. Kebahagiaan saya bukan cuma sampai di situ, ternyata sahabat saya ika diterima sebagai DAFO untuk penempatan luwuk. Impian kami agar bisa mendapatkan pekerjaan bersama akhirnya tercapai, ya hasil takkan mengkhianati usaha dan doa.

Ini pengalaman pertama saya menjadi anak kos, berpisah jauh dari orang tua untuk waktu yang lama. Saya sering merasakan yang namanya home sick, rindu keluarga dan rumah kami. Pernah suatu waktu saya mengalami sakit, yang membuat saya kesulitan duduk dan berdiri. Akhirnya dengan berat hati saya mengabarkan keadaan saya ke orang tua, dan keesokan paginya Mama langsung berangkat menuju Tolitoli. Sampainya di Tolitoli Mama menemani saya periksa ke rumah sakit. Dokter mengatakan saya terlalu sering duduk, kelelahan dan kurang olahraga sehingga membuat tulang saya merasa sakit saat duduk dan berdiri. Mama kemudian menemani saya selama 2 bulan di kosan, untuk mengurusi dan memenuhi semua kebutuhan saya. 
Setelah merasa sudah benar-benar baikkan, Mama kemudian balik Palu. Kasih Ibu memang sepanjang mas.

Kontrak saya sebenarnya sudah berakhir di bulan desember 2015, namun kembali diperpanjang sampai akhir tahun 2016. Sebelum memutuskan untuk memperpanjang kontrak, banyak hal yang menjadi pertimbangan. Salah satunya kesehatan saya. Karena sakit yang saya alami sebelumnya, membuat saya tidak tahan untuk duduk dalam waktu yang lama. Saya menyesali diri saya yang tidak begitu memperhatikan kondisi tubuh sendiri. Namun, ada pertimbangan lain yang membuat saya akhirnya setuju untuk memperpanjang kontrak. Karena teman-teman kantor masih membutuhkan saya, dan tabungan saya belum cukup untuk dijadikan pegangan. Saya tidak mau saat saya resign dari tempat saya bekerja, saya kembali menjadi parasit untuk ke dua Orang Tua saya.

Saya akui setahun kemarin saya begitu konsumtif. Saat gajian tiba, saya membeli barang barang yang sebenarnya belum saya perlukan atau tidak diperlukan sama sekali. Mungkin saya terkena sindrom gaji pertama. 

Sampai akhirnya di Desember kemarin, saya merasa 'ngenes' melihat saldo di rekening yang ternyata jumlahnya tidak seberapa dibanding gaji yang saya terima selama setahun kemarin. Sebenarnya, jika saya menyisihkan gaji setengahnya saja setiap bulan untuk ditabung, tabungan tersebut bisa menjadi pegangan saya untuk membuka usaha.

Akhirnya timbulah penyesalan dari sikap konsumtif tersebut. Tapi saya bisa apa "uang sudah jadi barang" sama halnya dengan "nasi sudah jadi bubur". 

Di tahun 2016 saya sudah mulai menyisihkan penghasilan, menahan diri untuk berbelanja yang bukan menjadi kebutuhan utama. Sampai pada akhir tahun 2016 alhamdulillah tabungan saya sudah lumayan, hampir setengah dari gaji setahun saya, belum ditambah dengan saldo di BPJS TK yang saya tarik. Saya pun kembali ke Palu di akhir tahun kemarin untuk berkumpul bersama keluarga dan kembali berjuang untuk memperoleh pekerjaan baru. 

Bagaimana nasib saya di 2017? Akan ada di postingan selanjutnya, semoga tidak menunggu dua tahun lagi 😄😁

Baca Selengkapnya ....

Nikmat Allah mana lagi yang bisa kudustakan? Part I

Posted by Nina Rizka Amalia Senin, 09 Maret 2015 12 komentar
Assalamualaikum Wr.wb 

Nikmat Allah mana lagi yang bisa kudustakan? Kalimat ini terus-menerus muncul di pikiran saya. Bagi saya Allah sudah begitu baik pada saya, Allah sudah banyak memberikan nikmat kepada saya. Dengan saya masih diberikan kehidupan sampai dengan hari ini sudah merupakan nikmat yang harus saya syukuri, keluarga yang lengkap juga merupakan nikmat yang luar biasa, Lalu nikmat Allah mana lagi yang bisa saya dustakan?

Tak sampai di situ, dengan izin Allah saya akhirnya bisa menyelesaikan kuliah saya di bulan desember kemarin. Sungguh itu kebahagian buat saya dan keluarga, dan kebahagiaan itu bagian dari nikmat yang Allah berikan. Lalu nikmat Allah mana lagi yang bisa saya dustakan?





Setelah nikmat kelulusan, saya ingin menjemput nikmat-nikmat berikutnya yang akan Allah berikan, yaitu memperoleh pekerjaan. Karena bagi saya memperoleh pekerjaan adalah bagian dari nikmat Allah, bagian dari rasa syukur saya atas ilmu yang saya miliki. Memperoleh pekerjaan juga sebagai bentuk ucapan terima kasih dan bakti saya terhadap ke dua orang tua. Meskipun saya tau apa yang akan saya berikan tidak bisa membalas semua yang sudah ke dua orang tua berikan, tetapi saya akan selalu berusaha membahagiakan mereka, dan Insha Allah bisa jadi anak yang membanggakan untuk keduanya. 

Mencari pekerjaan tidaklah mudah. Begitu banyaknya lamaran pekerjaan yang sudah saya sebar. Mulai dari bantuan web pencari kerja, megirimkan melalui email, melalui kantor pos sampai mengantarkan langsung ke perusahaan. Sampai ada satu kejadian, saya bersama sahabat saya sudah bersiap untuk mengantarkan lamaran kami di salah satu perusahaan finance. Setibanya kami di sana ternyata perusahaan tersebut sudah tidak lagi berkantor di tempat itu, dan entah pindah ke mana -___- padahal kami sudah semangat 45 untuk memasukkan lamaran. Oke kami anggap itu bukan rejeki kami.

 
Sumber : Dp BBM Teman

Bulan januari berlalu tanpa hasil apapun, tak ada perusahaan/badan yang menghubungi, kabar lolos berkaspun tak terdengar. Di awal februari (09 Feb 2015) saya memperoleh informasi lowongan pekerjaan untuk posisi administrasi & keuangan pada satu lembaga untuk penempatan Palu.  Saya pun kembali mencoba mengirimkan lamaran ke lembaga tersebut. Siapa tau ini rezeki saya.

Di hari yang sama saat saya mengirimkan lamaran, saya langsung menerima telepon dari lembaga tersebut yang memberitahukan bahwa saya diundang untuk interview di hotel Mercure (11 Feb 15 pukul 4 sore) . Sangat cepat respon yang saya dapatkan. Akhirnya setelah sekian banyak lamaran yang sudah saya kirimkan, untuk pertama kalinya saya lolos berkas dan diundang untuk interview #tisue mana tisue.
Berhubung saya belum punya pengalaman interview, akhirnya saya pun bertanya ke teman-teman yang sudah pernah mengikuti interview. Dari mereka saya menemukan informasi hal-hal apa saja yang ditanyakan perusahaan/lembaga saat melakukan interview. Selain itu, saya juga melihat tips-tips untuk interview yang banyak saya dapatkan di google. Poin utama dalam wawancara yaitu kita harus mengetahui seperti apa lembaga atau perusahaan tersebut, bergerak di bidang apa, serta program-program apa saja yang dimilikinya. Selain itu jadilah diri sendiri saat melakukan interview.

Sumber Klik di sini
Saya punya waktu sehari untuk mencari informasi mengenai lembaga tersebut. Mulailah memanfaatkan om google dan saya pun menemukan website resmi lembaga tersebut. And you know semua tulisan yang ada di website tersebut berbahasa Inggris >.< , dan di situ kadang saya merasa sedih. Lembaga tersebut ternyata merupakan lembaga internasional/asing. Saya yang memiliki bahasa inggris pas pasan, seorang inggris pasif berniat melamar di sebuah lembaga internasional. Seberani inikah diri saya? Senekat inikah diri saya? Apakah saya akan kembali mengulang kenekatan yang sebelumnya saya lakukan pada saat pengajuan judul skripsi yang memiliki tingkat kesulitan lebih dari yang lainnya? Dan bisakah saya berhasil diterima bekerja dan bekerja dengan profesional di lembaga tersebut sama halnya keberhasilan saya dalam menyelesaikan skripsi yang mendapatkan apresiasi dari para dosen penguji serta dosen pembimbing saya?

Sumber : Klik di sini

Saya memutuskan untuk tetap mengikuti interview meskipun lembaga tersebut merupakan lembaga internasional. Ini tantangan selanjutnya buat saya #batin saya berkata seperti itu. Insha Allah saya punya kemampuan untuk posisi yang dibutuhkan ya meskipun itu adalah lembaga internasional.
Saya yang seorang inggris pasif mulai mengartikan kalimat-kalimat yang terdapat pada website lembaga tersebut dengan bantuan google translate. Saya membaca berulang-ulang kalimat yang telah diartikan ke dalam bahasa Indonesia mengenai lembaga tersebut, untuk memahami isi kalimat dan mengetahui seperti apa lembaga tersebut, Selain itu juga meminta bantuan teman saya untuk memperoleh informasi mengenai lembaga tersebut untuk menambah referensi saya saat nantinya diinterview.

Sumber : Klik di sini
Tiba waktunya hari interview, saya pun datang setengah jam lebih awal dari yang diinfokan. Menunggu di lobi hotel bersama 1 peserta lainnya, dan hari itu hanya ada 2 orang yang akan diwawancara. Ternyata pesawat sang pewawancara dari pihak lembaga yang akan mewawancarai mengalami delay, jadilah kami menunggu selama dua jam'an.
Kami pun mulai menebak-nebak setiap orang yang memasuki lobi hotel. Apakah orang itu si pewawancara? ataukah yang sana, atau orang yang ada di belakangnya? hal itu berlanjut selama dua jam'an. Ketika orang barat yang memasuki lobi kami mulai deg-degan, jangan-jangan ini? aduh saya harus ngomong apa nanti kalau ditanya-tanya, apa saya bilang aja : no comment Sir. Ahahaha saya tidak bisa membayangkan diri saya di depan orang barat tersebut -___-

Sumber :Klik di sini

Sampai akhirnya ada seorang bapak dan seorang Ibu yang memasuki loby dan berjalan ke arah kami, dan bertanya Apakah kalian peserta wawancara lembaga kami? sambil menyebutkan nama lembaganya. Iya Bu kami peserta interview. Ok tunggu sebentar lagi Kami akan ke kamar dan segera turun ke sini untuk melakukan interview. YES pewawancaranya orang Indonesia #senyumlega

Bersambung....

Baca Selengkapnya ....

Mengenal Lebih Dekat HIV AIDS

Posted by Nina Rizka Amalia Sabtu, 06 Desember 2014 16 komentar
Assalamualaikum Wr.wb

Pada hari jumat malam (5/12/14) saya menonton tayangan Kick Andy di Metro Tv berjudul "Jangan Kucilkan Mereka" yang membahas mengenai para ODHA. ODHA (Orang yang hidup dengan HIV) merupakan sebutan bagi orang-orang yang positif terinfeksi HIV AIDS. Saya pun menjadi tertarik untuk membuat tulisan mengenai HIV AIDS.



(Sumber Pic : klik di sini)
Apa itu HIV? 
HIV (Human Immune Deficiency Syndrome) merupakan virus yang menyerang sel CD4 dan menjadikannya berkembang biak, kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. 
CD4 adalah satu jenis sel darah putih yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga jika jumlahnya berkurang maka sistem kekebalan tubuh kita menjadi lemah untuk melawan infeksi. Jumlah normal CD4 pada orang sehat berkisar antara 500-1500. Jumlah sel CD4 dapat diketahui dengan melakukan tes darah khusus yang disebut tes CD4.
Di saat seseorang terinfeksi HIV, maka semakin banyak sel CD4 yang akan dibunuh oleh HIV saat menggandakan diri dalam tubuh manusia. Sehingga akan mengakibatkan jumlah sel CD4 menjadi semakin berkurang atau rendah. Hal inilah yang akan membuat sistem kekebalan tubuh seseorang menjadi lemah. WHO atau badan kesehatan dunia meggolongkan virus HIV ke dalam 4 sistem, yaitu : Stadium 1 tanpa gejala, stadium 2 penyakit ringan, stadium 3 penyakit lanjutan, dan stadium 4 peyakit berat

Apa itu AIDS?
AIDS ( Acquired Immune Deficiency Syndrome), acquired berarti didapat bukan keturunan, immune berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh, deficiency yaitu kekurangan, dan syndrome adalah penyakit dengan gejala, bukan gelaja tertentu. Sehingga AIDS diartikan sebagai kumpulan gejala akibat kekurangan/kelemahan sistem kekebalan tubuh yang dibentuk setelah kita lahir
AIDS disebabkan oleh virus HIV yang menyerang sel CD4 tubuh manusia. Jika Sel CD4 kurang atau di bawah dari 200, maka seseorang sudah sampai pada tahapan AIDS. Sehingga sesorang yang terinfeksi virus HIV belum tentu AIDS. AIDS akan terjadi ketika sel CD4 seseorang sudah berada di bawah 200.

Lalu Bagaimana Seseorang Terinfeksi HIV&AIDS?

Seseorang terinfeksi HIV tentunya ditularkan dari orang yang sudah terinfeksi HIV. Cara penularan HIV yaitu sebagai berikut :

  1. HIV dapat menular melalui transfusi darah yang mengandung HIV. Untuk itu, darah yang didonorkan harusnya diskrining oleh Palang Merah Indonesia, sehingga risiko terinfeksi HIV melalui transfusi darah menjadi rendah atau bahkan nol. 
  2. Melalui penggunaan jarum suntik atau alat tusuk lainnya seperti alat tato, tindik yang dipakai secara bergantian/bergilir yang telah terkontaminasi darah penderita HIV.
  3. Pada saat berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi HIV.
  4. HIV dapat menular pada bayi saat kehamilan, kelahiran bahkan menyusui.
Namun, HIV dan AIDS tidak akan menular dikarenakan :
  1. Hidup serumah dengan penderita AIDS. 
  2. Bersentuhan dengan penderita
  3. Berjabat tangan
  4. Bersentuhan dengan barang atau pakaian bekas penderita
  5. Berciuman pipi dengan penderita
  6. Melalui alat makan dan minum
  7. Gigitan nyamuk atau serangga lainnya. Dikarenakan virus HIV hanya terinfeksi pada manusia.
Cara Pencegahan HIV&AIDS
  1. Jangan melakukan seks bebas/ gonta ganti pasangan. 
  2. Jangan menggunakan narkoba. Narkoba dengan jarum suntik sangat rentan menularkan HIV.
  3. Pastikan bahwa darah yang akan ditransfusi bebas dari kontaminasi virus HIV
Kembali ke tayangan kick andy pada jumat malam, kick andy menghadirkan Ibu Hartini yang merupakan seorang ODHA. Ibu Hartini merupakan contoh dari seorang ODHA yang memiliki semangat hidup luar biasa. Ibu Hartini bahkan aktif d kelompok-kelompok/ lembaga yang berkaitan dengan HIV, itu hal yang sangat positif menurut saya #Jempol Buat Ibu. Ibu Hartini mendapatkan virus HIV tersebut dari salah seorang mantan suaminya. Kemudian, Ibu Hartini menikah lagi dengan seorang laki-laki yang bukan ODHA atau tidak terinfeksi HIV AIDS #I'm Speechles. Bukannya itu hal yang berisiko? Ya memang hal itu sangat berisiko. Karena bisa saja virus itu akan ditularkan ke pasangannya. Hal yang membuat saya kembali speechles dikarenakan Ibu Hartini telah hamil dan melahirkan anak yang negatif terinfeksi HIV, yang menjadi pertanyaan saya "kok bisa anak Ibu Hartini tidak terinfeksi HIV"? Padahal Ibu Hartini merupakan seorang ODHA. Ternyata pengetahuan saya sangat kurang mengenai HIV AIDS -_-. 


(Sumber Pic : klik di sini)

Seorang ODHA bisa menikah dengan orang yang tidak terinfeksi HIV dan memiliki keturunan yang sehat. Seperti dilansir dalam berita detik.com seorang Odha bernama Yan Michael (36) tahun telah memiliki 2 anak yang sehat (tidak terinfeksi HIV) dan istri tetap negatif HIV. Namun, banyak hal yang mesti diketahui, dipelajari, didiskusikan serta dikonsultasikan dengan ahlinya (misalnya seorang dokter) untuk memperoleh keturunan yang sehat dan pasangan tetap negatif HIV (tidak terinfeksi HIV). Untuk info lebih lengkap mengenai memperoleh keturunan sehat bagi seorang ODHA yang menikah dengan pasangan non ODHA dapat di lihat d web Yayasan Spiritia, karena menurut saya isi blognya sangat lengkap membahas mengenai HIV AIDS. Jika saya jelaskan di sini penjelasannya akan panjang. Dan alasan lainnya saya juga belum menikah (nyengir) #harap dimaklumi. 

 "Jauhi penyakit HIV AIDS, namun jangan kucilkan orangnya"
Karena belum tentu kita yang sehat memiliki umur yang lebih panjang dibanding orang yang terinfeksi HIV. Soal ajal hanya Allah Swt yang mengetahui. 
Untuk teman-teman yang ingin menyaksikan tayangan kick andy agar mengetahui versi lengkapnya mengenai topik ini, bisa download videonya di sini : Jangan Kucilkan MerekaSekian tulisan saya mengenai mengenal lebih jauh HIV AIDS, semoga bermanfaat. 

Wassalamualaikum Wr.wb

Sumber :
https://hanifatunnisaa.wordpress.com/2012/08/24/definisi-sejarah-gejala-cara-penularan-dan-pencegahan-penyakit-hiv-aids/
http://spiritia.or.id/art/bacaart.php?artno=1001
http://health.detik.com/read/2012/12/05/140524/2110030/775/2/menikah-dan-punya-anak-dengan-pengidap-hiv-siapa-takut


Baca Selengkapnya ....
Template by Cara Membuat Email | Copyright of 'Dunia Kecilku'.