Langsung ke konten utama

'Belajar dari status'

Assalamualaikum Wr.wb

2 hari yang lalu ketika saya membuka akun fesbuk saya, pada timeline saya muncul salah satu status dari sebuah fanpage bernama *Sebutir Mutiara,Seindah Wanita Sholehah*Statusnya itu seperti ini :

Sakit memang ketika kita berharap seseorang menemani hidup kita, akan tetapi takdir berkata lain
Hanya membuat rasa sakit dan pedih

Akan tetapi percayalah hal itu sesuatu yang terbaik dari Allah Subhanahu Wata'ala.
Karena sudah jelas segala kehidupan, pilihan, hakekatnya ditentukan oleh Allah Subhanahu Wata'ala

Jangan pernah menangis akibat orang yang kita harapkan tak bisa selamanya bersama kita.
Namun menangislah saat kita lupa pada Allah

Segala perih di hati akan hilang pada waktunya, dan pasti akan menimbulkan keindahan kelak.
Percayalah pada kebesaranNya
Bahwa Dia tahu mana yang terbaik untuk hambaNya, mana yang terbaik untuk makhlukNya

Jangan pernah menganggap putus cinta dan tak bisa dengan yang kita harapkan sebagai hukuman atau Allah jahat
Percayalah ada rahasia di balik rahasia, di balik peristiwa pasti ada hikmahnya

Dan Dialah yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman)
Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi
Niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka
Tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka
Sesungguhnya Allah Maha Gagah lagi Maha Bijaksana (Q.S Al-anfal :63)

Subhanallah, spechless saya membaca status tersebut. Dari semua status yang ada di timeline saya, hanya status ini yang benar-benar saya baca *yang lain terabaikan. 

Perih memang rasanya ketika kita berharap dia yang nantinya menemani hidup kita, ternyata bukan untuk kita. Harapan yang sudah lama terbangun, akhirnya menjadi tak berarti. Hanya sebuah harapan kosong.


 HOPE 
≠ 
Destiny


Dari status tersebut saya pun belajar, untuk tak lagi berharap padamu.

Komentar

  1. ya bisa merasakan maknanya. memang demikianlah dinamika hidup. semoga sih semua berakhir dengan bahagia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas.. amin, semoga semuanya bahagia.

      Kata temanku : kalau kita udah bisa ngelewatin satu masalah dengan baik, itu tandanya kita bisa naik kelas. Naik kelas jadi lebih dewasa . Hehe

      Hapus
    2. benar, naik kelas menuju tahapan yang lebih mapan.

      Hapus
  2. aku juga pernah ngerasain harapan kosong dan itu berlangsung lama. miris jika mengingatnya. tetapi untungnya Allah mengingatkan ku tentang hal tersebut, bahwa dia tidak baik untukku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya cha,, kadang ujung"nya jadi menggalau kalau masih awal" ngerasain harapan kosong.. Hehe
      Anggap aja itu bentuk rasa sayang Allah ke kita, ngga mau biarin kita bersama orang yang ga 'tepat'.
      Dengan begitu kita bisa ngelewatin semua dengan baik ^^

      Hapus
  3. galau mode: on
    tapi harus move on yaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awalnya sih ga galau, tapi setelah baca status itu, yah akhirnya menggalau juga.. hehe

      Yup, "habis galau terbitlah move on".. Hehe

      Hapus
  4. berharap tentu boleh saja ...
    tetapi untuk dihatikan ke lubuk jiwa yang paling dalam, itu jangan.

    karena kalau sudah terlalu cinta, sulit untuk kita melepasnya lagi ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untungnya sebelum terlanjur jauh ke dalam udah ku tarik duluan Ndra.. :D

      Karena kalau udah terlalu cinta, galaunya malah makin parah. hehehe

      Hapus
  5. gantungkan harapan itu hanya pada ALLAH semata, karena DIA lah yang Maha Menepati Janji-NYA......semangat...salam :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya,, karena Allah ga bakalan PHP.. ^^
      wa'alaikumslam.. Makasih buat kunjunganny ke blog saya. :)

      Hapus
  6. Makasih Rizki..
    Iya, udah ku follback :)

    Nih sekarang lagi jalan-jalan ke blog kamu.. Tunggu komenku ya.. hehe ^^

    BalasHapus
  7. itu status atau postingan sih -___- panjangnyaaa

    tapi beneran keren

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe,, yg penting isi dari statusnya itu.. Subhanallah ^^

      Hapus
  8. memang itu hal yang sangat menyedihkan, bahkan bisa membuat hidup jadi empty padahal kita disekelilingi oleh orang yang rame..

    q pernah merasakan hal ini, sangat tidak enak!

    BalasHapus

Posting Komentar